Jumat, 14 Oktober 2016

Sejarah Gentala Comunity ( Gerakan pecinta Alam Lahat )

Gentala Comunity

 Ialah Komunitas Gerakan Pecinta Alam Lahat
Komunitas Ini Berdiri Pada Tanggal 11 Oktober 2016
Ide Pertama kali membuat komunitas Ini hengky ternando dan Kawan2 Karena Begitu Banyak Anak Muda Yg Menyukai Adventure Dan traveling maka terbentuklah Komunitas Ini

Moto Dari Komunitas Ialah Kebersamaan dan Cinta Alam
Kebersamaan Ialah Hal Yg Diutamakan Didalam Komunitas Ini Selain Juga mencintai Alam Juga mencintai Sesama manusia Hewan dan Makhluk Ciptaan Allah Swt
Tujuan dari Komunitas ini Untuk mempersatukan dan menjalin Silaturahmi Satu sama Lain Khususnya Yang Menyukai Adventure Petualangan Atau Perjalanan.Karena Begitu Banyak Minat Pecinta Alam Yg Sangat Menyukai Pertualangan Maka Terbentuk lah Suatu Komunitas Walau Komunitas Ini Bukan Pertama x Dilahat Dan Masih Bnyak Komunitas yang Lain tetapi Begitu Bnyak Minat Anak Muda Untuk mengikuti atau Antusias Didalam Komunitas Ini Terimakasih Brother Sesama Pecinta Alam Khususnya Daerah Lahat Atau Indonesia Alam Sepatutnya kita Jaga Dan Lestarikan Untuk Anak Cucu Kita .Bukan Hanya mencintai Alam tetapi juga Mencintai Semua Makhluk ciptaan Tuhan .
Salam Pecinta Alam Indonesia Gentala gerakan Pecinta Alam Lahat Comunity

Selasa, 20 September 2016

Tentang Kabupaten Lahat

Kabupaten Lahat

Kabupaten Lahat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Lahat sebenarnya hanya terdiri 7 kecamatan induk yaitu Lahat, Kikim, Kota Agung, Jarai, Tanjung Sakti, Pulau Pinang, dan Merapi. Namun pasca pemekaran, jumlah Kecamatan di Kabupaten Lahat bertambah menjadi 22 kecamatan. Sekarang Kabupaten Lahat dipimpin oleh H. Saifudin Aswari Rivai, SE dan Marwan Mansyur, SH, MM, sedangkan Sekretaris Daerah dijabat oleh H. Nasrun Aswari, SE, MM. Ketua DPRD ; Herliansyah SH MH. Wakil ketua I DPRD ; Parhan Bersyah MBA. Wakil ketua II DPRD ; H. Hermansyah, SH
Kabupaten Lahat dibagi menjadi 22 kecamatan dengan 527 kelurahan/desa (14 kelurahan, 509 desa definitif, 4 desa persiapan).
  1. Tanjung Tebat
  2. Jarai
  3. Kikim Barat
  4. Kikim Selatan
  5. Kikim Tengah
  6. Kikim Timur
  7. Kota Agung
  8. Lahat
  9. Merapi Barat
  10. Merapi Timur
  11. Merapi Selatan
  12. Mulak Ulu
  13. Pajar Bulan
  14. Muara Payang
  15. Gumay Talang
  16. Gumay Ulu
  17. Pulau Pinang
  18. Tanjung Sakti Pumu
  19. Tanjung Sakti Pumi
  20. Ulu Musi
  21. Pseksu
  22. Suka Merindu
 Sejarah Lahat


Sekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Basemah, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi, dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat.
Pada masa Inggris berkuasa di Indonesia, marga tetap ada. Dan, pada masa kekuasaan Belanda sesuai dengan kepentingannya pada waktu itu, pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdeling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan). Dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling, dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, Kikim serta Basemah dengan 4 onder afdelling. Dengan kata lain, (waktu itu) di Kabupaten Lahat terdapat 2 keresidenan. Pada tanggal 20 Mei 1869 afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, serta Basemah beribu kota di Lahat dipimpin oleh PP Ducloux, dan posisi marga sebagai bagian dari afdelling. Tanggal 20 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan No. 008/SK/1998 tanggal 6 Januari 1988.
Masuknya tentara Jepang pada tahun 1942, afdelling yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda diubah namanya menjadi sidokan. Sidokan ini dipimpin oleh orang pribumi atas penunjukkan pemerintah militer Jepang dengan nama Gunco dan Fuku Gunco. Kekalahan Jepang pada tentara sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan UU No. 22 Tahun 1948, Keppres No. 141 Tahun 1950, PP Pengganti UU No. 3 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950. Kabupaten Lahat dipimpin oleh R. Sukarta Marta Atmajaya, kemudian diganti oleh Surya Winata dan Amaludin dan dengan PP No. 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dalam Tingkat I provinsi Sumatera Selatan,sehingga Kabupaten Lahat resmi sebagai Daerah Tingkat II hingga sekarang, dan diperkuat dengan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004 menjadi Kabupaten Lahat.


  Gor Lahat

Tempat Bujang Gadis Menghabiskan waktu Disore hari Ditempat lokasi terdapat jajanan dan permainan untuk menghibur





Jembatan benteng


Banyak hal, sebenernya, yang bisa teman – teman lakukan di jembatan benteng ini, tapi di sini kita utamakan untuk membahas aktifitas – aktifitas yang ngehits – ngehits saja yang baru – baru ini sering dilakukan bujang gadis Lahat di sini.



 Lapangan MTQ 

lapangan Biasanya Dipergunakan Untuk Acara Penting Seperti tempat Upacara Pengibaran Bendera Dan tempat untuk Nongkrong bersama Teman Menghabiskan Waktu kalian :D




     Bukit Serelo
Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Bukit Serelo disebut juga dengan julukkan Gunung Jempol karena bentuknya yang mirip dengan jempol tangan manusia. Pemandangan disekitar sangat mempesona, aliran Sungai Lematang seakan-akan mengelilingi bukit ini. Bukit Serelo bagian dari gugusan Bukit Barisan yang merupakan barisan bukit terpanjang di Pulau Sumatera.

Sekolah Gajah Perangai


       
Sekolah Gajah ini terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, lokasinya di kaki Bukit Serelo. Gajah-gajah tersebut dilatih supaya jinak dan dapat membantu pekerjaan manusia seperti mengankut barang-barang dan kayu. Tempat ini merupakan salah satu penangkaran gajah di Indonesia.




Sumber air panas Tanjung Sakti

Bila anda singgah di Kecamatan Tanjung Sakti, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi lokasi ini. Sumber Air Panas Tanjung Sakti dapat ditempuh dari Ibukota Kecamatan sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Karena letaknya berada dekat dengan pusat keramaian Kecamatan Tanjung Sakti.



Air terjun Lawang Agung

 Salah satu potensi wisata yang berada di Kecamatan Mulak ulu ini layak untuk dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi Air Terjun Lawang Agung dapat dicapai dengan menggunakan mobil. Kondisi jalan menuju lokasi sekitar 500 m, dengan kondisi jalannya menurun dan berbatu-batu kecil.
Pada saat perjalanan ke lokasi melewati sekolah SD dan kebun kopi. Di sekitar lokasi, terdapat jembatan gantung. Aktifitas yang dapat dilakukan dilokasi ini adalah berenang, mancing dan jala ikan.
Dengan melengkapi fasilitas dan sarana umum seperti lahan parkir dan perbaikan kondisi jalan menuju lokasi, diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan penduduk sekitar.

Rumah batu







Lokasi wisata Rumah Batu terletak sekitar 80 km dari kota Lahat, tepatnya di desa Kota Raya Lembak Kecamatan Pajar Bulan. Rumah Batu ini merupakan salah satu benda megalitik yang pada dindingnya terdapat lukisan kuno berupa makhluk-makhluk aneh.

  Batu macan



   Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak zaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu: Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah dan Gumai Talang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga situs setempat yakni Bapak Idrus, kisah adanya batu macan terkait dengan legenda si pahit lidah yang beredar di masyarakat. Pada waktu itu, si pahit lidah sedang berjemur di batu penarakan sumur tinggi. Pada saat sedang berjemur, si pahit lidah melihat seekor macan betina yang sering menggangu masyarakat desa, kemudian oleh si pahit lidah, macan tersebut di ingatkan agar tidak mengganggu masyarakat desa. Namun, macan tersebut tidak menuruti apa yang disampaikan oleh si pahit lidah. Padahal si pahit lidah sudah menasehati macan tersebut sampai tiga kali, sampai akhirnya si pahit lidah berucap “ai, dasar batu kau ni”. Akhirnya macan tersebut menjadi batu. Setelah diselidiki, ternyata macan tersebut adalah macan pezinah dan anak yang sedang diterkamnya adalah anak haram. Sedang macan yang ada di belakangnya adalah macan jantan yang hendak menerkam macan betina tersebut.
Apabila ada wanita disuatu desa diketahui berzinah, maka terdapat hal-hal yang harus dilakukan oleh si-wanita itu, yaitu: menyembelih kambing untuk membersihkan rumah, kemudian sebelum kambing tersebut dipotong, maka orang tersebut harus dikucilkan dari desa ke suatu daerah lain atau di pegunungan. Kemudian apabila wanita tersebut mengandung dan melahirkan, maka harus menyembelih kerbau. Setelah persyaratan tersebut dilakukan, maka wanita tersebut dapat diterima di masyarakat kembalimoo

 

 

 Curup Sambar Nyawe

Curup Sambar Nyawe Terletak Dikabupaten Lahat Tepatnya Didesa Talang Sejemput

Curup Buluh

 Curup Buluh 7 Tingkat Lubuk Selo Terdapat Di Kabupaten Lahat Tepatnya Didesa Kecamatan Gumay Ulu





Air terjun Bidadari


Tidaklah mengherankan, mengapa Syuting Pembuatan Film “Si Pahit Lidah” yang terkenal itu mengambil setting di lokasi ini. Keindahan air terjun Bidadari memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya pun tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Air Terjun Bidadari terletak di desa Karang Dalam, kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat.

Di sekitar lokasi air terjun tersebut, ada 3 Air Terjun (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan air terjun Naga) lagi yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.
Dengan dipandu penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah tersebut, pengunjung dapat menikmati keindahan 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnya. Pengunjung dapat mulai dari atas (air terjun Bidadari) sampai ke bawah (Air Terjun Naga), atau sebaliknya.






 Curup Maung


maung5



 Air Terjun Maung atau populer dengan sebutan “Curup Maung” yang bertepatan di Desa Rinduhati, Kec. Gumay Ulu.
Desa ini berjarak sekitar 220 Km dari Palembang, dan berjarak sekitar 25 Km dari ibukota Lahat.
Curup ini baru diketemukan warga sekitar awal 2014, dan langsung menjadi buah bibir di kalangan pecinta alam. Bahkan nih guys, sempat jadi trending topic di beberapa situs destinasi wisata nasional
Curup Maung memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar yang hampir sama dengan tingginya. Objek wisata yang satu ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan. Wisatawan yang datang tak hanya berasal dari Lahat saja, tapi juga dari kabupaten atau kota lainnya.
Karena cenderung dan tergolong masih baru, pemandangan di sekitar air terjun masih sangat hijau dan alami. Pengunjung yang datang dapat berenang-renang atau pun bisa juga duduk-duduk di atas batu-batu besar yang ada.
Pemandangan yang begitu mengagumkan dan dapat menyegarkan mata ini sudah selayaknya mendapat perhatian oleh pemerintah daerah setempat, untuk lebih dikembangkan lagi potensi alamnya juga demi terjaganya kelestarian yang ada.

 
 Curup panjang 

Curup panjang adalah sebuah objek wisata yang berada di Lahat, provinsi sumatera selatan.
Curup panjang memiliki pesona yang sangat indah, dan terlebih akses menuju ke lokasi yang sangat mudah.


 
  

Taman Ribang Kemambang
Terletak di pusat ibukota Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), keberadaan Taman Rekreasi Ribang Kemambang memberikan arti tersendiri bagi warga di sekitarnya Sangat Cocok Untuk Bersantai Atau Ngabuburit Melihat pemandangan Yang begitu Indah.


Kolam Ribang Kemambang 



 Rumah Dirut





HAha Mimin Numpang Posting Juga :D

Tempat wisata Dikabupaten lahat jembatan benteng

Cara Baru Menikmati Pemandangan Sungai Lematang & Jembatan Benteng Lahat

Jembatan Sungai Lematang atau jembatan Lematang yang satu ini dikenal juga dengan sebutan Jembatan Benteng.
Nama tersebut diambil dari lokasi jembatan tersebut berdiri, di mana masyarakat Lahat secara turun temurun menyebut daerah ini sebagai “Benteng”.
Hmmm, kok bisa ya, mungkin karena daerah ini dulunya memang merupakan benteng pertahanan saat kota Lahat menerima serbuan dari kompeni yang menyerang melalui pesisir Sungai Lematang. Bisa jadi bisa jadi bisaaa jadi.
Seumur – umur saya besar di Lahat, seingat saya, jembatan yang memotong Sungai Lematang ini jarang sekali, mungkin baru kali ini berubah warna.
Dulu, kalau cat jembatan ini diperbarui, paling – paling pembaruannya mengikuti warna cat yang lama, abu – abu layaknya jembatan beton pada umumnya.
Di tahun 2016 jembatang benteng ini akhirnya berubah warna. Akhirnya jembatan yang tidak pernah berubah warna tersebut sekarang berubah warna menjadi hijau.
Yappp, pada 2016 salah satu jembatan yang memotong sungai lematang tersebut dicat oranye. Keren!
Menurut saya hal ini merupakan hal yang keren, pasalnya jembatan lainnya biasanya berwarna abu – abu besi, mungkin supaya terlihat seperti jembatan kali ya, hehehe.
Okaii, baiklah, sesuai judul di atas, kali ini saya akan mengajak teman – teman menikmati panorama keindahan sungai lematang di sekitaran jembatang benteng di sebuah spot wisata baru di dekat jembatan benteng Lahat.

Banyak hal, sebenernya, yang bisa teman – teman lakukan di jembatan benteng ini, tapi di sini kita utamakan untuk membahas aktifitas – aktifitas yang ngehits – ngehits saja yang baru – baru ini sering dilakukan bujang gadis Lahat di sini.

By hengky ternando